Prabowo Sebut Daerah Tak Optimal Kelola Anggaran

  • Prabowo bertanya, desentralisasi sudah jalan berapa? 25 tahun, ya. Dana sudah kita turunkan ke tiap desa. Rp1 miliar. Selama 10 tahun terakhir. Transfer ke daerah sudah. Kenapa jembatan untuk di desa tidak pernah dibuat? Padahal jembatan itu hanya Rp400 juta

MATASEMARANG.COM – Presiden Prabowo Subianto menyoroti pengelolaan anggaran pemerintah daerah yang dinilai tidak optimal dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Presiden Prabowo, pemerintah pusat perlu memastikan setiap anggaran negara benar-benar digunakan secara efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan dalam kebijakan pengelolaan transfer ke daerah (TKD).

BACA JUGA  Prabowo Kumpulkan 1.200 Profesor, Dekan, dan Rektor di Istana

“Kadang-kadang aneh, uang oleh Pemda itu tidak digunakan. Kita ada bukti. Ditaruh di bank, ada macam-macam. Atau ada konflik antara bupati sama DPR. Antara gubernur sama DPR. Jadi uang sudah kita transfer, enggak dipakai,” kata Presiden Prabowo dalam “Program Presiden Prabowo Menjawab” sebagaimana dirilis Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Rabu.

Presiden Prabowo menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena tujuan transfer anggaran ke daerah adalah untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Prioritaskan Nasib 1.814 Guru Honorer

Pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengelola anggaran sesuai kebutuhan dan prioritas daerah, namun penggunaannya harus tetap efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Presiden Prabowo juga menyoroti pembangunan infrastruktur dasar di tingkat desa yang dinilai masih belum sebanding dengan anggaran yang telah dialokasikan kepada daerah.

“Ini desentralisasi sudah jalan berapa? 25 tahun ya. Dana sudah kita turunkan ke tiap desa. Rp1 miliar. Selama 10 tahun terakhir. Transfer ke daerah sudah. Kenapa jembatan untuk di desa tidak pernah dibuat? Padahal jembatan itu hanya Rp400 juta,” ujarnya.

Pos terkait