Proyek PSEL Semarang Masuk Babak Baru, Perusahaan Prancis Lolos Seleksi Awal

TPA Jatibarang Kota Semarang (matasemarang.com/Lia Dina)
TPA Jatibarang Kota Semarang (matasemarang.com/Lia Dina)TPA Jatibarang Kota Semarang (matasemarang.com/Lia Dina)

Glory mengatakan Pemkot Semarang telah mengalokasikan anggaran khusus untuk pematangan lahan serta pembangunan akses jalan menuju lokasi proyek.

“Tugas Pemkot adalah menyediakan lahan yang siap (matang) beserta aksesnya, menjamin ketersediaan sampah yang terkumpul dan terangkut ke lokasi, serta pembiayaan pengangkutan. Sedangkan untuk konstruksi dan pengelolaan pabrik sepenuhnya dipegang oleh pemenang lelang,” ujarnya.

Proyek energi bersih ini nantinya akan mengadopsi sistem aglomerasi Semarang Raya. Kapasitas pengolahan sampah yang ditargetkan mencapai 1.100 ton per hari.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  12 Kelas Dilombakan dalam 76 IDH Urban 2025 Seri 2 di Semarang 

Pasokan tersebut akan dipenuhi dari dua wilayah yakni Kota Semarang yang akan menyumbang 1.000 ton sampah per hari dan dari Kabupaten Kendal yang akan menyumbang 100 ton sampah per hari.

Kehadiran proyek ini juga menjadi angin segar bagi TPA Jatibarang yang beroperasi sejak tahun 2006. Mengingat umur teknis TPA yang terus berjalan, proyek PSEL diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang agar TPA Jatibarang tidak mengalami overload.

Selama ini DLH terus melakukan rekayasa dan penataan ulang area timbunan sampah untuk memperpanjang umur teknis TPA.

BACA JUGA  20 Persen Siswa Jenjang SLTA Putus Sekolah, Penikahan Dini Salah Satu Penyebabnya

Meskipun teknologi PSEL mampu mengolah mayoritas sampah perkotaan, Glory memberikan catatan bahwa ada kriteria ketat terkait jenis sampah yang boleh masuk ke unit pengolahan.

“Berdasarkan informasi awal dari Danantara, sampah yang sama sekali tidak boleh masuk ke unit pengolahan adalah sampah yang mengandung B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), sampah bulky (berukuran besar/kasur/furnitur), dan sampah bongkaran bangunan,” tegasnya.

Pos terkait