MATASEMARANG.COM – Dua indikator perekonomian yakni nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan pada Senin pagi kompak dibuka melemah.
Melemahnya kurs rupiah dan IHSG itu tidak terlepas dari perang Iran melawan AS dan Israel yang dampaknya merembet ke semua sektor krusial terutama distribusi minyak dan gas.
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS mendekati angka kritis Rp17.000, yang selama ini dipertahankan tidak melewati titik ini. Begitu pula IHSG yang kini mendekati 7.000-an, padahal pada awal tahun ini sempat menyentuh level 9.000-an.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin pagi, bergerak melemah 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.970 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.958 per dolar AS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi dibuka melemah 21,76 poin atau 0,30 persen ke posisi 7.115,45.
Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,38 poin atau 0,46 persen ke posisi 724,95. ***


















