Pengalaman para pelari semakin berkesan dengan pembagian collectible jersey eksklusif hasil kolaborasi bersama seniman lokal yang mengangkat ikon kebanggaan Boyolali.
Usai melintasi garis finis, para peserta menyatu bersama 750 warga di area Car Free Day (CFD) untuk mengikuti senam sehat serta menikmati kuliner khas Soto Boyolali dan susu segar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyambut positif perhelatan ini dan menggarisbawahi pentingnya penguatan sektor wisata olahraga (sport tourism).
“Bank Jateng Friendship Run ini tidak hanya bicara soal olahraga, tetapi juga ekonomi kreatif dan pariwisata. Kita ingin membangun olahraga di Jawa Tengah lebih utama untuk sport tourism,” ujar Sumarno.
Dia menilai bahwa kegiatan lari masal menjadi sarana efektif dalam mengenalkan identitas kuliner serta potensi daerah kepada masyarakat luas.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita sekaligus mengenalkan kuliner khas Jawa Tengah, termasuk Boyolali seperti soto dan susu sapi. Ketika mereka sudah mengenal dan menikmati kekhasan daerah, tentu bisa menjadi daya tarik untuk datang kembali ke Boyolali,” jelas Sumarno.
Dia menambahkan bahwa kesuksesan agenda ini menjadi cermin solidnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas setempat.
“Ini adalah bentuk kolaborasi. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus menjadi superteam, saling berkolaborasi dan menyatu untuk membangun Jawa Tengah,” pungkasnya.
Setelah gelaran di Boyolali, rangkaian Bank Jateng Friendship Run 2026 dijadwalkan menyapa Kota Semarang pada 20 September 2026 mendatang sebelum bertolak ke ajang utama di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, pada 15 November 2026. (AD)

















