“Untuk anak-anakku, yang pertama jaga sportivitas. Menang atau kalah itu hal yang biasa. Yang paling penting adalah saling menjaga kerja sama, kekompakan, kolaborasi antar teman, dan meninggalkan perilaku bullying (perundungan),” tegasnya.
Kemeriahan peringatan kemerdekaan ini akan dilanjutkan pada Selasa 11 Agustus 2026 untuk siswa kelas 4 hingga kelas 6.
Mereka dijadwalkan bertanding dalam lomba estafet koin, estafet sarung, dan estafet air. Tak hanya siswa, para guru bersama paguyuban orang tua murid pun bakal berpartisipasi lewat lomba memasukkan paku ke dalam botol serta memasukkan bola ke dalam keranjang.
Dukungan penuh juga datang dari lingkungan keluarga siswa. Ketua Komite SDN 03 Rejosari Darmi mengungkapkan bahwa lomba Agustusan merupakan wadah positif bagi tumbuh kembang anak dalam mengasah kreativitas dan mengikis ego pribadi.
“Ini sangat bagus untuk kreativitas anak-anak, bagaimana mereka berlomba secara grup dan saling bekerja sama untuk mendapatkan hasil terbaik,” kata Darmi.
Antusiasme tinggi tidak hanya terlihat dari para tenaga pendidik dan wali murid, tetapi juga terpancar jelas dari raut wajah para peserta didik.
Rozak dan Zahdan Alfa, murid kelas 4 SDN 03 Rejosari, tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya saat menyambut kemeriahan acara tersebut.
“Senang banget, ramai!” seru mereka kompak.
Melalui perpaduan olahraga, edukasi gizi, dan permainan tradisional yang kaya akan pesan moral ini, SDN 03 Rejosari Semarang berharap mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki empati tinggi, berjiwa sportif, serta berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dan bebas dari tindakan perundungan.

















