Semarang Buka Ruang Kerja Sama Budaya dan Ekonomi Kreatif dengan Prancis 

Agustina menjelaskan bahwa pertukaran sastra ini disiapkan untuk melahirkan karya-karya daerah yang mampu menembus panggung dunia.

“Kami ingin kerja sama ini berjalan dua arah. Pertukaran ini menghadirkan penulis dunia ke Kota Semarang sekaligus membuka jalan bagi penulis Indonesia untuk berkarya di Prancis. Kami berharap lahir karya-karya sastra dari sudut pandang anak bangsa yang dibaca masyarakat dunia. Inilah makna sejati diplomasi budaya, saat pertukaran gagasan melahirkan persahabatan dan kolaborasi yang berkelanjutan,” jelasnya.

BACA JUGA  Wali Kota Semarang: Kondisi Arus Mudik Lancar dan Aman

Selain pertukaran penulis, perluasan kolaborasi juga mencakup partisipasi Kota Semarang dalam Urban Sketchers Symposium 2027 di Prancis untuk mempromosikan Kawasan Kota Lama, promosi wisata berbahasa Prancis, pelatihan pemandu wisata, festival film, hingga pelestarian cagar budaya.

Bacaan Lainnya

Keterkaitan historis menjadi alasan utama dipilihnya Kota Semarang sebagai lokasi pameran. 

BACA JUGA  MTQ Nasional 2026, Semarang Ingin Pecahkan Rekor

Penyair Arthur Rimbaud tercatat pernah singgah di Kota Semarang pada tahun 1876 sebelum melanjutkan perjalanan ke pedalaman Jawa. 

Melalui arsip sejarah dan narasi sastra di Lawang Sewu, jejak perjalanan tersebut dihidupkan kembali sebagai inspirasi kolaborasi baru.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menekankan bahwa nilai-nilai sejarah harus diolah menjadi kekuatan untuk membangun masa depan kota. 

“Diplomasi budaya menjadi sarana memperkenalkan Semarang kepada dunia, menarik wisatawan mancanegara, membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif, sekaligus memperluas kesempatan generasi muda Semarang untuk berjejaring di tingkat internasional,” tegasnya.

Pos terkait