Sementara untuk tulisan kedua berjudul “Gus Ipul Si Biang Kerok”, Benny menyebut dirinya bukan yang memproduksi tulisan hanya bertugas menerbitkan opini tersebut ke laman redaksi.
Tulisan tersebut, kata Benny, berasal dari orang PBNU yang memiliki nama pena atau samaran Istiqomah. Ia pun menegaskan bahwa redaksinya tidak pernah memuat tulisan yang menyalahi fakta.
“Demikian juga tulisan kedua, saya hanya menaikkannya. Yang nulis juga ada hanya pakai nama samaran. Silakan ke PBNU, Suara Merdeka tidak pernah mengada-ada, menulis dan menaikkan berita berdasarkan fakta,” kata Benny.
Sementara itu, salah satu sosok yang disomasi, Hamzah Sahal, belum memberi tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Di akun Facebook-nya, Hamzah Sahal malah mengunggah foto sepiring bakmi rebus panas dengan keterangan “Slametan disomasi”. [Antara]


















