Tantangan Komisi Infokomdigi MUI Jateng di Era “Post-Truth”

Isdiyanto
Ketua Komisi Komdigi MUI Jawa Tengah Isdiyanto. Dok. Pribadi

Membangun Konvergensi Media

Untuk menjawab tantangan tersebut, Komisi Infokomdigi perlu melengkapi diri dengan wadah komunikasi digital berbasis konvergensi media. Pengembangan media massa dan media sosial harus dilakukan secara terpadu, baik melalui optimalisasi media internal maupun kolaborasi dengan jaringan media eksternal.

MUI Jateng sejatinya telah memiliki modal awal berupa situs web resmi, meski pengelolaannya perlu dioptimalkan. Jaringan dengan media cetak, online, dan penyiaran juga sudah terbangun dengan baik. Ke depan, salah satu prioritas yang perlu segera diwujudkan adalah membangun TV Streaming MUI Jawa Tengah serta optimalisasi podcast.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  MUI Jateng Keluarkan Fatwa Baru Nisab Zakat Profesi, Bukan Lagi Mengacu Harga Emas

Podcast dapat menjadi instrumen penting untuk mendekatkan MUI dengan generasi digital. Berbagai persoalan keumatan, kebangsaan, sosial, ekonomi, hingga pendidikan dapat dikemas dalam format komunikasi yang lebih ringan, dialogis, dan interaktif.

Konvergensi media bukan semata-mata soal kepemilikan banyak platform. Poin utamanya adalah bagaimana seluruh jaringan tersebut digunakan secara terpadu untuk menciptakan interaksi positif antara MUI, masyarakat, dan mitra kerja. Situs web, media sosial, TV streaming, dan mitra media harus melebur menjadi satu ekosistem komunikasi yang saling menguatkan.

BACA JUGA  Makna di Balik Tradisi Potong Lopis Raksasa di Pekalongan

Di era kepemimpinan Prof Noor Achmad, Komisi Infokomdigi bukan lagi sekadar pelengkap struktural organisasi. Komisi ini adalah mesin utama yang menggerakkan komunikasi, menyerap suara umat, menyampaikan kinerja organisasi, sekaligus memastikan MUI tetap relevan dan hadir di tengah perubahan zaman.

Pos terkait