MATASEMARANG.COM – Kota Semarang berhasil menduduki peringkat tiga nasional dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia dalam ajang Peluncuran Indeks Kota Toleran (IKT) 2025.
Penghargaan bergengsi dari Setara Institute ini diberikan kepada Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang Bambang Pramusinto di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.
Prestasi membanggakan ini merupakan hasil penilaian mendalam terhadap 94 kota di seluruh Indonesia yang menjadikan IKT sebagai rujukan nasional dalam menilai kebebasan beragama dan inklusi sosial.
“Terima kasih kepada Setara Institute atas kepercayaan ini sehingga Kota Semarang kembali menjadi bagian dari kota dengan skor toleransi tertinggi di Indonesia. Bagi kami ini bukan garis akhir, melainkan pengingat bahwa merawat keberagaman adalah kerja yang tidak pernah selesai,” kata Agustina, Jumat, 24 April 2026.
Capaian tahun 2025 ini memperpanjang catatan positif Kota Semarang yang terus konsisten berada di papan atas kota tertoleran dalam lima tahun terakhir.
Berdasarkan data, Kota Semarang menunjukkan tren yang sangat baik, dimulai dari peringkat 12 pada tahun 2021, melesat ke peringkat 7 pada 2022, masuk ke posisi 5 pada 2023, hingga menduduki peringkat 3 pada tahun 2024.
Konsistensi ini mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kota Semarang dalam menghadirkan kebijakan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Keberagaman dan toleransi kami ibaratkan seperti bunga yang tumbuh di taman kota. Ia tidak perlu diminta untuk indah, tidak perlu dipuji untuk harum. Ia tetap mekar, memberi warna, dan menghidupkan ruang di sekitarnya. Dan tugas kami adalah memastikan taman itu tetap terawat,” ungkapnya.


















