Uji Lab Keracunan MBG SMKN 6 Semarang Butuh 14 Hari, E. Coli dan Salmonella Dicurigai

MATASEMARANGw.COM — Dinas Kesehatan Kota Semarang masih menunggu hasil pemeriksaan mikrobiologi untuk memastikan jenis bakteri penyebab keracunan massal di SMKN 6 Semarang yang terjadi pada Jumat, 31 Agustus 2026.

Uji kultur bakteri terhadap sampel makanan yang disita membutuhkan waktu hingga 14 hari.

Kepala Dinkes Kota Semarang M. Abdul Hakam, menjelaskan bahwa petugas telah mengamankan sejumlah sampel makanan yang paling banyak dikeluhkan oleh para siswa berdasarkan hasil investigasi epidemiologi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Jadwal Pemadaman Listrik Rabu 21 Mei 2026, Kampus Unissula dan Sekitarnya Terdampak

“Dari asesmen yang dilakukan pada korban, keterdugaan terkuat ada di rendang dan telur puyuh, masing-masing dicurigai oleh sekitar 40-an persen responden. Sampel rendang, daun singkong, tahu, hingga telur puyuh sudah kita ambil untuk kultur bakteri,” jelas Hakam, Senin, 3 Agustus 2026.

Ia menambahkan, pengujian laboratorium ini membutuhkan proses pembiakan kuman yang memakan waktu antara 7 hingga 14 hari. 

Berdasarkan pola gejala mual, muntah, dan diare yang dialami korban, Dinkes mencurigai adanya tiga jenis bakteri utama.

BACA JUGA  PLN Semarang Timur dan Barat Lakukan Pemeliharaan Jaringan 12 Mei 2026

“Dugaan bakterinya biasanya kalau tidak E. coliStaphylococcus, ya Salmonella. Itu yang sering terjadi pada kasus seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi para korban dilaporkan kian membaik. Dari puluhan siswa yang sempat menjalani perawatan, saat ini tersisa enam siswa perempuan yang masih dirawat inap di RSUD KRMT Wongsonegoro, RS Panti Wilasa Citarum, dan Puskesmas Bangetayu.

Satu siswa dari puskesmas sempat dirujuk ke rumah sakit karena mengalami penurunan kadar elektrolit akibat dehidrasi, namun seluruh pasien dipastikan dalam kondisi stabil dan terus ditangani dengan baik.

BACA JUGA  Info Pemadaman Listrik Semarang 2 Februari 2026, Bulusan dan Sekitarnya Terdampak

Pos terkait