MATASEMARANGw.COM — Dinas Kesehatan Kota Semarang masih menunggu hasil pemeriksaan mikrobiologi untuk memastikan jenis bakteri penyebab keracunan massal di SMKN 6 Semarang yang terjadi pada Jumat, 31 Agustus 2026.
Uji kultur bakteri terhadap sampel makanan yang disita membutuhkan waktu hingga 14 hari.
Kepala Dinkes Kota Semarang M. Abdul Hakam, menjelaskan bahwa petugas telah mengamankan sejumlah sampel makanan yang paling banyak dikeluhkan oleh para siswa berdasarkan hasil investigasi epidemiologi.
“Dari asesmen yang dilakukan pada korban, keterdugaan terkuat ada di rendang dan telur puyuh, masing-masing dicurigai oleh sekitar 40-an persen responden. Sampel rendang, daun singkong, tahu, hingga telur puyuh sudah kita ambil untuk kultur bakteri,” jelas Hakam, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menambahkan, pengujian laboratorium ini membutuhkan proses pembiakan kuman yang memakan waktu antara 7 hingga 14 hari.
Berdasarkan pola gejala mual, muntah, dan diare yang dialami korban, Dinkes mencurigai adanya tiga jenis bakteri utama.
“Dugaan bakterinya biasanya kalau tidak E. coli, Staphylococcus, ya Salmonella. Itu yang sering terjadi pada kasus seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi para korban dilaporkan kian membaik. Dari puluhan siswa yang sempat menjalani perawatan, saat ini tersisa enam siswa perempuan yang masih dirawat inap di RSUD KRMT Wongsonegoro, RS Panti Wilasa Citarum, dan Puskesmas Bangetayu.
Satu siswa dari puskesmas sempat dirujuk ke rumah sakit karena mengalami penurunan kadar elektrolit akibat dehidrasi, namun seluruh pasien dipastikan dalam kondisi stabil dan terus ditangani dengan baik.

















