Kepala SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang Sri Lestari, mengatakan keikutsertaan dalam WGM Competition merupakan hasil dari proses seleksi berjenjang, mulai tingkat regional hingga nasional.
“Anak-anak ini mewakili kontingen Indonesia pada cabang Junior Programmer untuk coding dan robotik,” jelas Tari, sapaannya.
Tari mengatakan bahwa pihak sekolah sudah melakukan persiapan sejak April 2026. Bahkan dalam satu setengah bulan terakhir, para siswa menjalani karantina latihan agar lebih fokus menghadapi kompetisi.
“Anak-anak 1,5 bulan terakhir ini sudah kami karantina untuk betul-betul fokus berlatih dari pagi sampai dengan sore dalam mempersiapkan kompetisi internasional ini,” jelasnya.
Pemilihan peserta dilakukan melalui mata pelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) yang menjadi salah satu program unggulan sekolah lewat konsep STREAM.
Dia mengatakan, SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang tidak hanya mengadopsi konsep STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), tetapi mengembangkannya menjadi STREAM dengan menambahkan unsur Religion dan Arts.
Setelah lolos seleksi tingkat Jawa Tengah-DIY, para siswa kembali berhasil memenuhi standar pada kompetisi nasional di Universitas Katolik Parahyangan Bandung sehingga memperoleh undangan ke tingkat internasional.
Tari menjelaskan dalam kompetisi nanti, setiap tim yang terdiri atas dua siswa akan menyelesaikan misi bertema green energy menggunakan robot yang diprogram sendiri.
“Mereka akan mendapatkan undian misi. Misalnya memadamkan kebakaran hutan, kemudian mengerek bendera Indonesia melalui pengkodean tertentu sehingga robot bisa menyelesaikan lintasan secara mandiri,” jelasnya.

















