Kesiapan dan pemusatan latihan intensif turut disampaikan oleh peserta cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Aulia Ais. Alumni UIN Walisongo ini membawakan karya ilmiah bertema pelestarian lingkungan serta kerukunan umat beragama yang diharapkan dapat memberi kebermanfaatan luas bagi masyarakat.
“Saya menjalani seleksi dan latihan sejak Januari. Kuncinya yang pertama adalah konsisten. Yang kedua tidak sombong atau tidak jemawa,” ungkap Aulia.
Sementara itu, peserta cabang Tilawah asal Mijan, Umar Izul Haq, menceritakan proses karantina serta pendampingan dari pelatih berkaliber internasional. Seluruh materi pembekalan teknis dan pemantapan bacaan terus dimaksimalkan hingga hari pertandingan.
“Untuk karantina mulai dari 20 Agustus kemarin. Jadi empat hari karantina terus dua harinya itu libur. Kemudian kami juga enggak boleh pulang agar bacaan kami tetap stabil hingga hari perlombaan tiba,” kata Umar.


















