Kemudian tambahan 14 universitas unggulan khusus STEM mencakup Peking University, The University of Hong Kong, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), Paris-Saclay University, École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), ETH Zurich, University of Toronto, Yale University, University of Chicago, University of Michigan, Columbia University, University of Pennsylvania, dan University of California Los Angeles (UCLA).
Risqi mengatakan pemerintah juga memperluas cakupan bidang prioritas tidak hanya untuk program studi STEM murni, tetapi juga program yang berkaitan dengan pengembangan sektor strategis.
Ia menambahkan, perluasan daftar universitas tersebut diharapkan memberi lebih banyak pilihan bagi calon penerima beasiswa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional di masa depan.
“Mayoritas kita prioritaskan untuk bidang STEM, yaitu science, technology, engineering, mathematics. Dan juga STEM related seperti law, economics, public policy dan public administration,” katanya. [Ant]


















