Untuk pembangunan fisiknya, dia memperkirakan dimulai pada Juli-Agustus 2026 dan direncanakan berlangsung secara multi years.
Terkait pembangunan stadionnya, kata dia, awalnya Pemkab Kudus mengusulkan berkapasitas 10.000 penonton, tetapi hasil verifikasi sesuai luasan lahan yang tersedia, kapasitasnya menjadi sekitar 8.000 penonton dengan estimasi anggaran sekitar Rp225 miliar.
“Karena anggaran yang tersedia tidak begitu besar, stadionnya nanti tidak bisa berstandar FIFA (Federation Internationale de Football Association), melainkan berstandar AFC dengan mengutamakan kenyamanan penonton,” ujarnya. ***


















