Selain itu, dari target pemeriksaan kelaikan proteksi kebakaran pada 1.500 gedung di Kota Semarang, per bulan Juli 2026 ini tercatat sudah ada lebih dari 800 gedung yang berhasil dicek.
Meski demikian, Ade mengakui adanya lonjakan kasus kebakaran yang cukup signifikan dalam dua bulan terakhir.
Berdasarkan data bidang operasional, pada bulan Juni lalu tercatat ada 44 kejadian. Sementara pada bulan Juli, meski baru memasuki pertengahan bulan, grafik laporan kejadian sudah mendekati angka 50 kasus.
”Artinya dalam sehari bisa terjadi dua sampai tiga kejadian kebakaran. Kenaikan drastis ini sudah kami komunikasikan dengan Plt Kepala Bappeda. Kami disarankan membuat kajian dan mengajukan memo kepada Ibu Walikota agar kendaraan yang kemarin terdampak efisiensi bisa diajukan kembali penganggarannya demi pelayanan operasional yang lebih baik,” jelasnya.
Luruskan Isu “Pengandangan” Lima Armada
Dalam kesempatan tersebut, Ade juga meluruskan isu di media sosial terkait lima armada yang dikabarkan telantar atau sengaja dikandangkan akibat efisiensi. Ia menegaskan armada-armada tersebut dalam kondisi terawat dengan baik.
”Bukan dikandangkan, melainkan kami jadikan unit cadangan dan pendukung kegiatan sosialisasi. Setiap hari tetap dipanaskan dan dirawat. Buktinya, saat kebakaran besar melanda Pasar Kanjengan baru-baru ini, dengan mengerahkan 8 unit yang ada, kami masih mampu melakukan penanganan dengan sangat baik,” tegasnya.
Ade menambahkan, SOP perawatan armada di Damkar Kota Semarang sangat ketat dan dilakukan setiap pergantian shift yakni pukul 07.00 WIB dan pukul 21.00 WIB. Pemeriksaan meliputi fungsi wiper, lampu hazard, sirene, hingga pompa air.


















