Anggaran Turun, Ketua DPRD Jateng Minta Sektor Penopang Lumbung Pangan Tetap Maksimal

Ketua DPRD Jateng Sumanto saat rapat paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, Kamis 20 November 2025
Ketua DPRD Jateng Sumanto saat rapat paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, Kamis 20 November 2025

MATASEMARANG.COM – DPRD Provinsi bersama Gubernur Jawa Tengah resmi menandatangani Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara atau KUA-PPAS APBD tahun 2026.

Ketua DPRD Jateng Sumanto menuturkan, fokus Jawa Tengah pada tahun mendatang masih menjadi Lumbung Pangan Nasional.

“Prioritas anggaran ini masih pada mengacu tema daripada visi-misi gubernur jadi Jawa Tengah menjadi Lumbung Pangan Nasional,” ujar Sumanto saat dijumpai usai rapat paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, Kamis 20 November 2025.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Krisseptiana: Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Harus Jadi Prioritas

Namun Sumanto mengungkap adanya penurunan anggaran pada tahun mendatang akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat.

“Jadi anggaran ini jumlahnya turun dari tahun kemarin karena dana transfer turun sekitar Rp1,52 triliun. Kalau kemarin Rp24,48 triliun, sekarang Rp22,16 triliun. Jadi masih pada posisi menjadi disetujui hari ini,” sambung dia.

Imbas pemangkasan dana transfer itu, Sumanto tak menampik ada sektor yang anggarannya belum maksimal.

Kendati begitu, Sumanto berharap sektor pertanian dan peternakan yang menjadi penyokong visi-misi menjadi lumbung pangan nasional bisa dimaksimalkan.

BACA JUGA  Dewan Minta Pemprov Jateng Antisipasi Fluktuasi Harga Beras, Minyak, dan Cabai

“Ya, ini memang harus dimaksimalkan, karena belum maksimal. Ada penurunan juga di sektor-sektor yang menjadi prioritas visi-misi Gubernur, itu masih kurang. Ini perlu ada penambahan,” tegas Sumanto.

Lebih jauh, Sumanto membenarkan semua sektor dalam APBD 2026 angkanya akan turun imbas pemangkasan dana transfer. Plafon Anggaran Sementara (PAS) itu, kata dia, akan dipertajam dalam pembahasan APBD.

Pos terkait