Langkah ini dilakukan untuk menjamin kepastian akses transportasi bagi para penumpang yang baru mendarat di Semarang, baik yang hendak melanjutkan perjalanan menuju stasiun kereta api, terminal bus, maupun destinasi tujuan lainnya.
“Jadi, kita menjamin adanya kendaraan ataupun line transportasi yang di bandara itu bisa digunakan untuk ke arah stasiun, terminal bus, ataupun ke mana tujuan sesuai kebutuhan penumpang setelah landing di Semarang,” ujarnya.
Terkait keberlanjutan status operasional 24 jam ini, Sulistyo menyampaikan bahwa pihak bandara akan terus memantau dan memperbarui informasi berkoordinasi langsung dengan perkembangan kondisi penerbangan di Jakarta.


















