MATASEMARANG.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran selama musim kemarau 2026.
Langkah ini dilakukan menyusul prediksi BMKG yang menyebutkan tahun ini akan mengalami kemarau kering dengan suhu lebih panas dibandingkan kondisi normal.
Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono, mengatakan karakteristik musim kemarau tahun ini diperkirakan serupa dengan 2023.
“Kondisi tersebut berpotensi memicu kebakaran lahan maupun kebakaran di permukiman,” ujarnya dikutip dari laman resmi Pemkab Demak, Jumat 19 Juni 2026.
BPBD telah melakukan pemetaan wilayah rawan, memperkuat langkah mitigasi, serta berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait agar penanganan bencana dapat dilakukan cepat dan tepat.
Pasokan air bersih juga disiapkan bagi masyarakat apabila terjadi krisis air.
Wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kecamatan Mranggen, Karangawen, Karangtengah, dan sebagian Wedung.
Beberapa desa di Kecamatan Dempet dan Kebonagung juga dipantau karena berpotensi mengalami kekeringan.
“Berapa pun kebutuhan air bersih masyarakat akan kami siapkan,” terang Agus.
Selain penanganan teknis, BPBD mengintensifkan sosialisasi melalui media sosial, surat edaran, hingga turun langsung ke desa-desa.
Edukasi difokuskan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran lahan.
Dalam upaya penanggulangan, BPBD menggandeng hampir 500 relawan dari berbagai komunitas kebencanaan di Demak.
Relawan disiagakan melalui posko-posko siaga di sejumlah wilayah guna mempercepat respons saat terjadi bencana.


















