MATASEMARANG.COM – Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi mengguyur Kabupaten Semarang pada pertengahan Februari 2026, mengakibatkan tanah longsor, tanah amblas, dan banjir bandang di sejumlah titik.
Polres Semarang menurunkan 61 personel Siaga Bhayangkara untuk membantu penanganan bencana.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy juga turun ke lokasi terdampak di Kelurahan Kalirejo, Jalan Jati Raya.
Material longsor menutup jalur alternatif menuju Mranggen, Kabupaten Demak. Bersama BPBD, Damkar, dan warga, Kapolres memimpin evakuasi material menggunakan ekskavator serta pengalihan arus lalu lintas.
Jalur kembali bisa dilalui setelah dilakukan pembersihan oleh truk Damkar.
Selain longsor, AKBP Ratna juga meninjau Perumahan Griya Bukit Jati Asri Kalirejo yang terdampak tanah amblas dan banjir bandang akibat pagar bumi jebol.
Dua rumah warga mengalami kerusakan, salah satunya milik Sukarti (54) yang teras rumahnya amblas, sementara rumah milik Imam (46) terendam banjir.
“Polres Semarang membagi 61 personel siaga Bhayangkara di lokasi terdampak, termasuk di Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat. Kami juga membuat saluran air darurat untuk menampung debit hujan agar tidak masuk ke perumahan,” terang AKBP Ratna.
Upaya mitigasi ini mendapat dukungan Forkopimda. Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening, Anggota DPRD Provinsi Jateng Bagus Suryokusumo, serta Kepala BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan turut hadir.
Bondan menegaskan perlunya evaluasi bersama terkait kebersihan aliran air dan antisipasi kerawanan bencana.


















