Dari hasil pengamatan tersebut, lanjutnya, didapati bahwa resiko pergerakan tanah terjadi pada saat hujan di mana air masuk kedalam tanah bertemu dengan lapisan clay shale dimana sifat fisiknya rentan terhadap air dan memicu terjadinya pergerakan tanah.
Hal ini yang membuat pada area ini tidak disarankan meresapkan air kedalam tanah, sehingga direkomendasikan perlu adanya peningkatan stabilitas tanah yaitu dengan pematangan lahan sebelum proses pembangunan dilaksanakan.
Kekhawatiran mengenai munculnya rambatan getaran makro akibat operasional alat berat penanam pile/tiang yang berpotensi mengganggu struktur batuan lereng dipastikan tidak terjadi, karena fokus seluruh aktivitas saat ini masih berada pada fase persiapan pengamanan lereng luar dan dilaksanakan dengan metode borpile.
Seluruh rangkaian pengerjaan alat berat yang terpantau di area perbukitan tersebut murni merupakan aktivitas teknis penyiapan lahan guna menanamkan struktur soldier pile.
Konstruksi penahan mekanis ini dirancang secara khusus untuk menjalankan fungsi vital sebagai dinding penahan pergerakan lateral tanah.
Penanaman jajaran pile pengaman ini secara langsung bertindak sebagai sabuk penguat lereng, yang tidak hanya mengamankan batas internal tapak rencana pembangunan komersial, melainkan juga memberikan proteksi struktural bagi stabilitas lingkungan pemukiman penduduk serta infrastruktur publik di sekitar kawasan Gombel Lama.
Intervensi teknologi geoteknik tingkat tinggi di kawasan Gombel Lama ini didasarkan pada kesadaran penuh terhadap karakteristik geologis wilayah setempat.

















