Selain itu, pemerintah juga rutin mengadakan pelatihan gratis untuk meningkatkan keterampilan masyarakat.
Anggota Komisi B DPRD Jateng Muhaimin menyoroti akan pentingnya kawasan industri baru di Batang.
“Ini patut kita syukuri, tetapi kita juga perlu memastikan agar tenaga kerja yang terserap mendapatkan upah yang layak. Ada 68 ribu warga miskin di Batang, sehingga relasi yang baik antara pemerintah, industri, dan masyarakat harus dijaga. Jangan sampai ada masalah sosial yang timbul,” katanya.
Bupati Faiz menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan zona penyangga di setiap kecamatan untuk mendukung ekosistem kawasan industri, sekaligus menjaga ruang hijau dan keseimbangan tata ruang.
“Prinsipnya Batang tidak boleh hanya jadi penonton. Kita siapkan masyarakat agar bisa terlibat langsung dalam pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Setelah dari Batang, rombongan Komisi B DPRD Jateng melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Kendal dan diterima langsung oleh Bupati Dyah Kartika Permanasari di Pendapa Kabupaten.
Bupati Kartika menekankan pentingnya keberadaan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang telah ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus.
Hingga saat ini, tercatat 117 investor dari berbagai negara telah masuk dan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan pengangguran terbuka di Kendal.
“KIK membantu menurunkan angka kemiskinan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kendal. Hingga Agustus ini, banyak tenaga kerja yang terserap. Bahkan, sedang berproses masuknya industri baru yang memberi harapan besar bagi ekonomi Kendal, khususnya tenaga kerja,” jelas Kartika.


















