“Dari sampling yang menyampaikan itu, 11 termasuk PCI Jepang, semuanya menerima dengan baik. Tentu ada beberapa saran dan seterusnya, prinsipnya menerima dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan pandangan para perwakilan tersebut, forum kemudian menyimpulkan laporan pertanggungjawaban PBNU yang mencakup unsur Syuriyah dan Tanfidziyah dapat diterima dengan baik.
Setelah dua agenda pleno tersebut, kata dia, muktamar dilanjutkan dengan sidang komisi secara paralel, meliputi komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al Maudlu’iyyah, komisi Bahtsul Masail ad-Dinyah al-Waqi’iyyah, komisi Bahtsul Masail ad Diniyah1 al-Qonuniyyah, komisi organisasi, komisi program, dan rekomendasi.
Prof Nuh mengatakan sidang komisi membahas sejumlah materi yang merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU serta materi yang secara khusus dibahas dalam Muktamar.
Ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan masih berjalan sesuai jadwal. Hasil pembahasan komisi selanjutnya akan dibawa ke sidang pleno untuk disahkan, termasuk pembahasan tata tertib pemilihan kepengurusan PBNU.
“Ini sesuai jadwal. Alhamdulillah, on track,” katanya. [Ant]


















