Dulu Juara, Kini Terlempar ke Kasta Tiga Liga Inggris

Leicester City
Pelatih Leicester City Claudio Ranieri menciumi trofi juara Liga Uama Inggris yang merupakan pertama diraih oleh Liecester City yang diserahkan ke klub ini usai laga melawan Everton Minggu dini hari WIB (8/5/2016). Ant/Reuters

Dua musim terakhir terasa seperti rangkaian bencana bagi Leicester, setelah pada musim sebelumnya mereka juga terlempar dari kasta tertinggi Liga Inggris.

Kendala dialami oleh Leicester yang tidak mempunyai semangat juang seperti satu dekade silam.

Padahal Leicester City tercatat sebagai tim dengan nilai belanja tertinggi di EFL Championship. Mereka mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman dengan jam terbang panjang di Liga Inggris, seperti Asmir Begović, Harry Winks, Jamaal Lascelles, Jannik Vestergaard, Harry Souttar, hingga Jordan Ayew.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pakai Sepeda Motor Barang Bukti Selama 9 Bulan, Dua Polisi Diproses Propam

Namun, kenyataan pahit justru harus ditelan. Leicester tak kunjung menunjukkan performa yang meyakinkan sepanjang musim di Championship.

Setelah memecat Martí Cifuentes pada Januari lalu dan menunjuk mantan pelatih Millwall serta Oxford United, Gary Rowett, Leicester tetap belum menemukan formula untuk tampil konsisten.

Prahara dalam satu dekade terakhir tak lepas dari kegagalan melakukan regenerasi serta ketidakmampuan mempertahankan para pemain bintang.

Sejak menjuarai Liga Inggris, Leicester telah melepas nama-nama kunci seperti Riyad Mahrez, N’Golo Kanté, Danny Drinkwater, hingga Ben Chilwell.

BACA JUGA  Mahasiswa UI dan Paramadina Demo di Depan Polda Metro Jaya

Situasi tersebut tidak diimbangi dengan proses regenerasi yang mulus. Bahkan talenta potensial seperti Harvey Barnes pun tak mampu dipertahankan lama di King Power Stadium.

Masalah lain adalah kebiasaan klub yang kerap berganti pelatih demi efek instan. Sejak era Claudio Ranieri, Leicester tercatat telah melakukan 16 kali pergantian pelatih, termasuk pelatih interim, dengan menunjuk nama-nama seperti Brendan Rodgers, Enzo Maresca, hingga Ruud van Nistelrooy.

Pos terkait