Khusus untuk nama Enzo Maresca, hal ini menjadi catatan yang mencoreng kinerja manajerial klub. Pelatih asal Italia itu sempat membawa The Foxes promosi ke Liga Inggris pada musim 2023/2024 setelah terdegradasi di musim sebelumnya, namun gagal dipertahankan manajemen usai menerima pinangan Chelsea.
Alhasil, Leicester City yang tengah berada dalam fase transisi peremajaan skuad juga gagal menemukan estafet kepelatihan yang solid sepeninggal Enzo Maresca.
Tak ayal, nasib tragis pun kini menimpa Leicester. Pendekatan instan yang ditempuh manajemen terbukti tak mampu menyelamatkan karamnya klub peraih FA Cup 2020–21 tersebut.
Dalam laporan The Athletic, Rabu, situasi internal Leicester disebut tengah tidak stabil. Para penggemar mulai melayangkan kritik kepada manajemen yang dinilai membangun skuad tanpa kehadiran figur pemimpin yang kuat di lapangan.
Kondisi ini berpotensi memicu perombakan besar-besaran, terlebih dengan pendapatan klub yang akan menurun drastis akibat berlaga di EFL Championship.
Namun, pendekatan instan dalam merombak skuad tampaknya tak cukup untuk menghidupkan kembali dongeng Leicester di sepak bola Britania Raya. Bisa jadi, kisah ajaib itu memang hanya ditakdirkan terjadi sekali saja di kota Leicester. Sekali, dan tak terulang. [Fajar Satriyo/Ant].


















