Gempa Besar Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Berpotensi Tsunami

Dampak guncangan gempa dilaporkan paling kuat dirasakan di Aesesa (Nagekeo), Riung (Ngada), dan Kota Mbay pada skala VII MMI yang menyebabkan warga berhamburan keluar rumah serta memicu kerusakan ringan pada bangunan.

Kemudian, skala VI MMI dirasakan di Wolowae dan Bajawa, serta skala V MMI di Ende, Borong, dan Ruteng.

Merespons potensi ancaman tsunami tersebut, BMKG mengimbau warga di area berstatus Siaga untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi, sementara masyarakat di kawasan berstatus Waspada diminta menjauhi pantai dan tepian sungai.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa

“Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi,” katanya menegaskan.

Kerusakan hingga NTB

Sejumlah bangunan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa besar itu.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bima A Faruk mengaku dampak terjadi di wilayah Kota Bima, sehingga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan rumah warga setempat. 

“Berdasarkan hasil pendataan awal, terdapat satu unit rumah mengalami rusak sedang di wilayah Rabangodu Selatan RT 03 RW 01 akibat guncangan gempa bumi,” ujar dia melalui keterangan di Mataram, Sabtu.

BACA JUGA  Seorang ASN Meninggal di Dalam Mobil

Selain itu kerusakan juga terjadi menimpa Gudang Bulog, terutama kerusakan pada bagian dinding yang menyebabkan sejumlah karung beras di dalam gudang berjatuhan. Kemudian, satu lagi kerusakan pada plafon Masjid Hotel Mutmainnah. 

“Hingga saat ini laporan masih disusun, pendataan, dan pemantauan terhadap dampak gempa masih dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat serta mengidentifikasi kemungkinan adanya kerusakan atau dampak lainnya,” kata Faruk.

Pos terkait