Wapres menilai Indonesia membutuhkan anak-anak muda yang berakhlak mulia, cinta tanah air, berani berinovasi, dan juga mampu beradaptasi dengan dinamika perkembangan jaman.
“Karena bapak ibu tahu sendiri sekarang ada konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif dan juga disrupsi teknologi, perubahan iklim. Ini santri-santri harus mampu beradaptasi,” ucap Gibran.
K.H Abd. Wahab Chasbullah yang merupakan pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama lahir di Jombang 31 Maret 1888 dan wafat pada 29 Desember 1971 pada usia 83 tahun.
Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan dedikasi yang tinggi dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, pada 2014 Presiden Ke-7 RI Joko Widodo menganugerahi KH. Abd. Wahab Chasbullah sebagai pahlawan nasional.
Kehadiran Gibran turut didampingi sejumlah tokoh, di antaranya Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum K.H. M. Hasib Wahab Chasbullah, dan Bupati Jombang Warsubi.
Acara tersebut turut pula dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Minggir, Sleman K.H Ahmad Muwafiq dan Pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, Jember K.H Mushoddiq Fikri Farouq. [Ant]


















