MATASEMARANG.COM – Suasana haru menyelimuti keluarga besar Sri Titik Azizah (41), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, yang akhirnya kembali ke tanah air setelah 17 tahun hilang kontak di Timur Tengah.
Titik berangkat ke luar negeri pada 2009. Selama bekerja di negara tujuan pertamanya, ia kerap mengalami kekerasan verbal dari majikan.
Tidak kuat menghadapi perlakuan tersebut, ia kabur dan kemudian bekerja di Yordania sejak 2011. Namun, perlakuan buruk tetap dialami hingga 2025, termasuk dikurung saat mencoba melarikan diri.
“Saya tidak punya handphone karena majikan tidak suka. Pernah punya, tetapi dihancurkan. Akhirnya ada kesempatan kabur dan saya langsung pergi ke KBRI Yordania,” ungkap Titik.
Adiknya, Chandra, menjelaskan bahwa sejak 2025 Titik berada di bawah perlindungan KBRI Yordania.
Saat itu ia sempat mengalami gangguan ingatan hingga tidak mampu berbahasa Indonesia dengan baik.
Identitas keluarga akhirnya terlacak setelah Titik terhubung dengan anak dan menantunya melalui media sosial TikTok.
Pemerintah Desa Kepuk kemudian meneruskan laporan ke Pemkab Jepara yang berkoordinasi dengan KBRI Yordania untuk memfasilitasi proses pemulangan.
Upaya tersebut berhasil, dan pada 5 Juni 2026 Titik kembali ke kampung halamannya dengan selamat.
Pasca kepulangan, sejumlah pihak memberikan bantuan dan pendampingan, di antaranya Camat Bangsri Debby Nifandrian, Ketua Baznas Jepara M. Nasrullah Huda, Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsospermasdes Jepara Iman Bagus Sesulih, serta PMI Kabupaten Jepara.


















