Juli 2026 Merupakan Juli Terkering Selama 35 Tahun Terakhir

Fachri mengatakan analisis BMKG menunjukkan hampir seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengalami curah hujan rendah hingga sangat rendah selama Juli 2026.

Kondisi serupa juga terjadi di Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, sebagian Sulawesi, Maluku, dan Papua, kecuali Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Selain itu, pemantauan BMKG menunjukkan kekeringan mulai meluas di berbagai daerah.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Cuaca Semarang Rabu 20 Mei 2026: Cerah Berawan, Suhu Udara Menyengat

Hingga awal Agustus 2026, BMKG mencatat terdapat 306 titik pengamatan yang mengalami hari tanpa hujan (HTH) ekstrem, yakni lebih dari 60 hari berturut-turut tanpa hujan.

Dari jumlah tersebut, rekor terpanjang tercatat di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mengalami 90 hari berturut-turut tanpa hujan.

Secara keseluruhan, BMKG mencatat sebanyak 1.657 titik pengamatan mengalami HTH sangat panjang atau 31-60 hari berturut-turut tanpa hujan, sedangkan 322 titik lainnya mengalami HTH panjang atau 21-30 hari berturut-turut tanpa hujan.

BACA JUGA  Siang di Semarang Terasa Terik, Berikut Ini Prakiraan Cuaca Hari Ini Kamis 2 Juli 2026

Fachri mengatakan penurunan curah hujan akibat El Nino dan IOD positif tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut dia, Aceh, Sumatera Utara, sebagian Riau, sebagian Sumatera Barat, dan Kalimantan Utara masih diperkirakan mengalami curah hujan menengah hingga tinggi pada Agustus ini karena memiliki karakteristik pola musim yang berbeda. [Ant]

Pos terkait