Peningkatan kesadaran masyarakat, organisasi masyarakat, dan seluruh instansi untuk bergotong royong, kata dia, sangat diperlukan dalam kesiapsiagaan bencana.
Terutama, Taruna Siaga Bencana (Tagana) di 35 kabupaten/kota yang harus selalu siap bergerak, termasuk pimpinan daerahnya.
“Bentuk hadirnya negara adalah bagaimana antara komponen masyarakat bersama-sama untuk bahu-membahu, tidak boleh ada yang menyalahkan. Inilah namanya penyelesaian problem bersama,” katanya, didampingi Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Terkait longsor di Perumahan Delta Asri Leyangan Ungaran Timur, sejumlah bantuan sudah diterjunkan, baik oleh Pemerintah Kabupaten Semarang maupun Pemerintah Provinsi Jateng.
Pemkab Semarang menerjunkan crane untuk membantu menurunkan karung pasir dan mengangkat beton jembatan roboh, sedangkan Pemprov Jateng memberikan bantuan berupa penanaman bibit pohon, 100 sepatu boots kepada relawan.
Kemudian, 100 paket sembako untuk warga terdampak dari Baznas, 200 unit mushaf Al Quran, bantuan beras senilai Rp2,7 juta, dan logistik lainnya senilai Rp6,28 juta. ***


















