Made menyebut, dugaan penganiayaan ini berkaitan dengan perbuatan korban yang sebelumnya mengedit foto sejumlah siswi menjadi foto vulgar menggunakan teknologi AI.
Teman-teman dari para siswi yang mengetahui perbuatan tersebut, lalu tidak terima sehingga melakukan kekerasan terhadap korban.
“Jadi yang melakukan penganiayaan teman-teman para korban karena kesal sudah mengedit foto para korban,” ujar Made.
Sementara itu, kepolisian masih memastikan apakah para siswi yang diduga menjadi korban pengeditan foto tersebut telah membuat laporan atau belum.
“Iya betul, namun saya saat ini masih menanyakan apakah para korban (siswi) sudah membuat laporan atau belum,” katanya.
Polisi juga masih mendalami keseluruhan rangkaian kejadian, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga melakukan penganiayaan terhadap siswa tersebut. [Ant]

















