Penyelenggaraan Festival Cheng Ho juga dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat. Pelaku UMKM mendapat ruang pasar baru, seniman memperoleh kesempatan tampil, sementara generasi muda dapat mengenal lebih dekat sejarah dan warisan budaya Kota Semarang. Kelancaran acara ini didukung gotong royong warga di tingkat RT dan kelurahan bersama jajaran OPD terkait.
Agustina mengapresiasi kesabaran dan partisipasi warga di sepanjang jalur yang dilintasi rombongan kirab.
“Pemerintah Kota Semarang menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan pihak yang mendukung kelancaran acara. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jalan yang sempat terdampak kepadatan lalu lintas di sepanjang rute kirab sejak pagi hari,” tuturnya.
Rangkaian puncak perhelatan ini dilanjutkan dengan prosesi pengembalian Kimsin dari Sam Poo Kong menuju Kelenteng Tay Kak Sie pada sore hari.
Agustina berharap semangat kebersamaan dan toleransi yang tumbuh melalui Festival Cheng Ho terus terjaga serta menjadi kekuatan bagi pengembangan pariwisata budaya Kota Semarang.
“Gotong royong dan toleransi yang terlihat hari ini adalah kekuatan utama kota kita. Kita akan terus merawat warisan budaya ini agar semakin dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.


















