“Kami memastikan pelayanan kesehatan primer hingga layanan ambulans kegawatdaruratan gratis 24 jam siap merespons cepat. Kebutuhan obat-obatan, cairan medis, hingga dukungan kesehatan jiwa bagi warga terdampak bencana kemarau maupun kebakaran harus terjamin dengan baik,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Kota Semarang memperketat surveilans dan koordinasi lintas sektor untuk menekan risiko penyakit saat musim kemarau. Mitigasi menyeluruh yang dilakukan meliputi penguatan layanan kesehatan dan edukasi masyarakat, karena kemarau berpotensi meningkatkan penyakit menular dan tidak menular, gangguan kesehatan jiwa, hingga penurunan kualitas udara.
Sebagai langkah konkret, Dinkes memperketat inspeksi sanitasi depot air minum serta tempat pengelolaan pangan. Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN 3M Plus) turut ditingkatkan guna mengantisipasi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue.
Agustina juga mengingatkan kewaspadaan mandiri di tingkat rumah tangga dan tempat usaha dengan memeriksa instalasi listrik dan kompor gas secara berkala dan menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR). Warga diminta disiplin menjaga keselamatan lingkungan dari potensi kebakaran serta konsisten menerapkan gaya hidup sehat.
“Jangan lupa minum yang cukup, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), merebus air sebelum dikonsumsi, kalau bisa pakai masker. Terus kalau merasa sakit atau tidak enak badan langsung periksa ke puskesmas atau ke dokter,” pungkasnya.

















