Listyati menegaskan bahwa penguatan pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pihaknya berupaya menghadirkan panduan bagi orang tua agar memiliki pedoman dalam menerapkan nilai-nilai karakter, sekaligus mendorong keterlibatan ayah dan ibu dalam mengawal tumbuh kembang anak.
“Jangan sampai kita tidak ada rasa kasih sayang dan tidak ada komunikasi. Akhirnya terjadi disharmonisasi yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak baik,” tuturnya.
Selain itu, TP PKK Kota Semarang juga menggandeng Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang kini telah bertransformasi melalui konsep Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), dengan mengintegrasikan berbagai layanan lintas sektor bagi masyarakat.
Melalui konsep tersebut, Posyandu tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga mencakup bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan sosial.
Melalui Posyandu 6 SPM, masyarakat juga akan mendapatkan edukasi terkait pencegahan kekerasan seksual serta pembentukan karakter anak.
“Posyandu 6 SPM salah satunya adalah Posyandu Pendidikan. Di sana bisa dilakukan edukasi-edukasi. Posyandu sekarang bukan hanya pelayanan terpadu, tetapi integrasi dari berbagai bidang teknis untuk menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat,” tandasnya.


















