Dengan hasil yang konsisten, masyarakat bisa menabung dan tidak hanya bergantung pada penghasilan harian.
Sebagai gambaran, seekor ayam Jawa bisa menghasilkan 60 butir telur per tahun, sementara ayam persilangan mampu mencapai 300 butir. Jika warga memelihara 10 ekor ayam, hasilnya sudah bisa dihitung sebagai tambahan ekonomi keluarga.
“Usaha ini potensial. Keuntungannya bisa berlipat-lipat asal tahu caranya. Banyak peternak ayam yang keuntungannya tembus puluhan juta sebulan,” jelas Sumanto.
Dengan dorongan ini, masyarakat diharapkan semakin tertarik untuk mengembangkan usaha beternak ayam kampung sebagai peluang ekonomi yang berkelanjutan.

















