Hal tersebut dimaksudkan supaya tas bermerek yang disewakan tidak hilang atau dibawa kabur oleh konsumen.
Menanggapi fenomena sewa tas bermerek tersebut, Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jakarta menyebut kebiasaan menyewa tas mewah menjelang Lebaran merupakan bentuk adaptasi masyarakat terhadap penerapan gaya hidup yang cerdas.
“Kami melihat ini sebagai bentuk adaptasi gaya hidup yang cerdas. Konsumen sekarang semakin kritis dan mempertimbangkan nilai guna (value for money),” kata Ketua APPMI Jakarta Dana Duriyatna dikutip Antara.
Dana menilai masyarakat mulai mempertimbangkan nilai guna dari produk yang dipakai.
Alih-alih membeli barang mahal yang mungkin hanya dipakai satu atau dua kali saat silaturahmi, mereka memilih menyewa agar tetap tampil prima dengan biaya yang lebih terukur. ***


















