Tenor KPR Bersubsidi Bisa 40 Tahun, Nilai Angsuran Rp700 Ribuan per Bulan

Sementara itu, Ketua Umum Aliansi Pengembang Perumahan Nasional Jaya (Appernas Jaya) Andriliwan Mohamad (Andre) mengatakan tenor panjang dan relaksasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi peluang besar bagi MBR untuk memiliki rumah pertama.

Ia mengatakan cicilan sekitar Rp773 ribu per bulan menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat dibandingkan sebelumnya.

“Ini adalah peluang besar bagi masyarakat MBR untuk bisa mendapatkan rumah,” ucap Andre.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Bank Jateng Dukung Penyaluran KPR FLPP untuk ASN Pekalongan

Sedangkan, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) Muhammad Syawali mengatakan tenor 40 tahun dapat menjadi solusi bagi masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp2,5 juta per bulan untuk mengakses rumah subsidi.

“Program yang diimbau oleh Pak Presiden mencapai KPR 40 tahun tenor yang sangat bagus menjadi solusi buat banyak orang,” ujarnya dikutip Antara.

Sementara itu, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Sid Herdi Kusuma mengatakan simulasi pemerintah menunjukkan tenor 40 tahun dapat menurunkan cicilan rumah subsidi menjadi sekitar Rp773 ribu per bulan.

BACA JUGA  Sidak Harga di Pasar Tradisional, Disdag Tegur Pedagang "Mremo"

Simulasi tersebut menggunakan rumah subsidi zona 1 dengan harga rumah Rp166 juta dan plafon pembiayaan sekitar Rp160,34 juta.

Berdasarkan simulasi BP Tapera, cicilan KPR FLPP sebesar Rp1.058.173 per bulan pada tenor 20 tahun, dan Rp860.740 per bulan pada tenor 30 tahun, hingga Rp773.154 per bulan pada tenor 40 tahun.

Sid mengatakan skema tersebut dirancang untuk menjangkau pekerja dengan pendapatan rendah, termasuk sektor pertanian.

Pos terkait