10 Taksi Listrik Mengaspal, Trans Jateng Gandeng Gojek Bikin Tiket Terpadu

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat mengendarai armada taksi listrik baru pada acara Grand Launching Transformasi Perhubungan Jateng 2026 (foto: Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat mengendarai armada taksi listrik baru pada acara Grand Launching Transformasi Perhubungan Jateng 2026 (foto: Pemprov Jateng)

Integrasi Tiket Trans Jateng-Gojek dan Digitalisasi Terminal Tipe B

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arif Djatmiko menyampaikan bahwa peluncuran taksi dan travel listrik ini mencakup bagian dari delapan terobosan inovasi sektor perhubungan tahun 2026.

“Yang kelima, peresmian taksi listrik dan travel listrik di Jawa Tengah. Jadi kami selalu ditanya Pak Gubernur, kapan ada listrik, kapan ada listrik? Today. Hari ini kita launching taksi listrik dan travel listrik di Jawa Tengah,” terang Arif Djatmiko.

BACA JUGA  Retorika Diskon Pajak Kendaraan Bermotor, Plester Kecil untuk Luka yang Lebar

Selain modernisasi kendaraan, Dishub Jateng memperkuat integrasi layanan transportasi umum melalui kolaborasi strategis bersama aplikator Gojek.

Bacaan Lainnya

Kerja sama ini diproyeksikan menghadirkan sistem satu tiket terpadu (one ticket) mulai tahun depan untuk mengover perjalanan penumpang dari titik asal (first mile) hingga tempat tujuan (last mile).

BACA JUGA  Tanah Ambles di Ungaran, Gubernur Jateng: Jangan Sampai Merembet

“Tujuan akhirnya adalah tahun depan kita akan satu tiket antara Gojek dan Trans Jateng. Jadi first mile, last mile sudah tercakup semua,” jelas pria yang akrab disapa Miko ini.

Di samping itu, Dishub Jateng merilis sistem pengawasan digital “Dadi Manteb” dan mulai memberlakukan sistem pembayaran nontunai (cashless) di 22 Terminal Tipe B se-Jawa Tengah yang diawali dari Terminal Sukoharjo demi transparansi pendapatan daerah.

Langkah penguatan transportasi publik ini terbukti berhasil, di mana sepanjang tahun 2025 pengguna Trans Jateng mencapai 10 juta penumpang dengan 53 persen di antaranya berpindah dari kendaraan pribadi serta menghemat ongkos warga hingga Rp50 miliar.

Pos terkait