Keluarga ini diketahui pindah dari Semarang ke Desa Bebengan pada 2019. Sejak ayahnya meninggal pada 2017, mereka hidup dari uang pesangon pekerjaan sang ayah di Kalimantan.
Dokter Arfa Bima dari RS PKU Muhammadiyah Boja menjelaskan, saat dibawa ke rumah sakit, satu anak dalam kondisi tidak sadarkan diri, sementara satunya sangat lemah akibat dehidrasi dan gangguan psikis.
Saat ini pihak rumah sakit tengah berkoordinasi dengan RS Muhammadiyah lain yang memiliki psikiater untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Desa Bebengan, Wastoni, menuturkan bahwa keluarga tersebut sebelumnya tergolong cukup mampu dan aktif dalam kegiatan desa.
Namun, sejak beberapa waktu terakhir, warga tidak lagi melihat aktivitas mereka hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.


















