Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Ahmad Luthfi: Sudah Kami Ingatkan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (foto: Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (foto: Pemprov Jateng)

MATASEMARANG.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan keprihatinan dan penyesalan mendalam atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Rabu, 29 Juli 2026.

“Kami menunggu keterangan resmi dari KPK. Sebagai Gubernur Jawa Tengah, saya sangat prihatin dan sangat menyesal atas peristiwa ini,” kata Ahmad Luthfi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Berangkat Apel, Ahmad Luthfi Sempatkan Bantu Korban Kecelakaan di Gombel

Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Jateng sejauh ini telah rutin mengintensifkan upaya pencegahan korupsi melalui retret hingga penandatanganan pakta integritas.

Ia mengaku tidak pernah berhenti mengingatkan seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah agar menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan wewenang.

“Sudah sampai nyinyir kami mengingatkan. Setelah ada OTT kami juga kumpulkan lagi dan beri peringatan,” ujarnya.

Mengenai dugaan kasus jual beli jabatan dan gratifikasi, Luthfi meminta semua pihak menghormati proses hukum dan menunggu penjelasan resmi penyidik.

BACA JUGA  Kasus Kuota Haji, KPK Tegaskan Tidak Menarget PBNU

Ia menekankan bahwa pengisian jabatan di lingkungan Pemprov Jateng, BUMD, hingga BLUD secara konsisten telah mengacu pada sistem merit yang transparan.

“Sistem merit ini sudah berjalan, termasuk di lingkungan BUMD dan BLUD. Jabatan adalah amanah. Kami tinggal melanjutkan sistem yang sudah dibangun para gubernur terdahulu, kemudian saya tambahkan prinsip no titip-titip, no jastip,” tegas Luthfi.

Ahmad Luthfi juga mengingatkan seluruh kepala daerah dan pejabat OPD untuk senantiasa memegang teguh etika kepemimpinan dan tidak mengambil keuntungan pribadi.

Pos terkait