“penataan PKL juga harus dipikirkan dengan baik, ini momen para PKL mremo karena event nasional dan akan banyak orang datang ke semarang. Ini jadi kesempatan mendongkrak ekonomi di Semarang. Jangan sampai mereka terlantar,” tegasnya.
Kehadiran ribuan pengunjung di tengah proyek perbaikan jalan dan taman berpotensi besar memicu kemacetan parah di jantung kota.
Pemkot Semarang melalui Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polrestabes Semarang perlu merumuskan rekayasa arus lalu lintas yang adaptif, menyiapkan kantong-kantong parkir darurat yang memadai, serta memastikan akses ambulans dan kendaraan darurat tetap terbuka tanpa hambatan.
“Eksekutif, baik Ibu Wali Kota, Pak Sekda, hingga OPD terkait kan sudah tahu bahwa ada proyek drainase dan taman di 2026 ini. Harusnya ada koordinasi yang lebih matang sejak awal. Sekarang tinggal bagaimana Pemkot memitigasi poin-poin tersebut agar ajang MTQ sukses dan pembangunan penanganan banjir tetap berjalan,” pungkasnya.


















