- Kota Surakarta: 0,31 persen
- Kabupaten Kudus: 0,31 persen
- Kabupaten Cilacap: 0,31 persen
- Kabupaten Wonogiri: 0,30 persen
- Purwokerto: 0,28 persen
- Kabupaten Rembang: 0,24 persen
- Kota Semarang: 0,16 persen
- Kota Tegal: 0,14 persen
- Kabupaten Wonosobo: 0,12 persen
Sementara untuk kalkulasi secara tahunan (year-on-year/yoy), seluruh kota IHK juga mencatatkan inflasi dengan posisi tertinggi dipegang oleh Cilacap di angka 3,22 persen, disusul Wonogiri (3,02 persen), Tegal (2,90 persen), Purwokerto (2,88 persen), Surakarta (2,85 persen), Semarang (2,79 persen), Wonosobo (2,73 persen), Kudus (2,67 persen), dan Rembang (2,59 persen).
Menatap periode ke depan, Bank Indonesia berkomitmen memperkuat sinergi vertikal bersama jajaran pemerintah daerah di dalam wadah Forum Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah.
Fokus utama ke depan adalah memastikan kelancaran jalur distribusi barang serta menjaga kecukupan stok komoditas strategis agar daya beli masyarakat tetap aman.


















