Komitmen besar lainnya datang dari manufaktur PT Yosun Tire and Rubber sebesar Rp4 triliun, PT Hyrecmas Garam Nusantara senilai Rp681,84 miliar, PT Cipta Kreasi Wisata sebesar Rp200 miliar, serta PT Hailex Technology Indonesia sebesar Rp175 miliar.
Di sektor agribisnis, CV Cita Nasional bersama CV Capita Farm mengikat kerja sama rantai pasok susu sapi segar bernilai Rp1,11 miliar per tahun.
Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Ichsan Zulkarnaen yang turut hadir menegaskan bahwa pemerintah pusat terus mendorong kemudahan perizinan serta penyiapan Investment Project Ready to Offer (IPRO) di daerah guna mempercepat eksekusi proyek di lapangan.
Bank Jateng Perkuat Sinergi dan Layanan Transaksi Industri
Sebagai lembaga keuangan daerah, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) mengambil peran sentral dalam mengawal dan memfasilitasi kebutuhan transaksi serta pembiayaan para investor baru.
Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko mengatakan kesiapan institusinya untuk menjadi mitra strategis dari hulu ke hilir bagi para pelaku usaha yang menanamkan modalnya di Jawa Tengah.
“Bank Jateng siap menjadi mitra strategis bagi investor dan dunia usaha yang masuk maupun mengembangkan bisnisnya di Jawa Tengah. Kami tidak hanya hadir melalui layanan perbankan, tetapi juga berupaya membangun sinergi yang dapat mendukung kelancaran aktivitas usaha dan memperkuat perekonomian daerah,” kata Bambang.
Salah satu bentuk langkah nyata yang direalisasikan dalam forum tersebut adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) layanan payroll antara Bank Jateng dan produsen manufaktur CV Jaya Setia Plastik (JSP).


















