Kinerja Fiskal Jateng Solid, Realisasi Pendapatan Negara Tembus Rp27,15 Triliun

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Tengah Bayu Andy Prasetya (DJP Jateng I)
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Tengah Bayu Andy Prasetya (DJP Jateng I)Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Tengah Bayu Andy Prasetya (DJP Jateng I)

Dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Salah satu poin strategis dalam laporan fiskal kali ini adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di Jawa Tengah, jumlah satuan pelayanan telah mencapai 3.826 unit, melampaui target awal sebesar 104 persen.

Program ini telah menjangkau 9,27 juta penerima manfaat dan memberikan dampak signifikan pada sektor lapangan kerja.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Dinas Kominfo Jateng Segera Ganti Nama

“Program MBG ini telah menciptakan lapangan kerja bagi 164 ribu orang di Jawa Tengah, dengan total realisasi anggaran hingga Maret 2026 mencapai Rp2,68 triliun,” jelas Bayu.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya penguatan pengawasan terkait tata kelola dan kualitas pangan agar program ini terus memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Dukungan UMKM dan Kesejahteraan Masyarakat

Sektor UMKM juga menunjukkan geliat positif melalui akses pembiayaan yang semakin luas. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp12,45 triliun (tumbuh 9,21 persen yoy), sementara pembiayaan Ultra Mikro (UMi) melonjak drastis sebesar 230,31 persen (yoy) menjadi Rp475,78 miliar.

BACA JUGA  Kapitalisasi Pasar Modal RI Tembus Rp15.000 Triliun dengan 18,7 Juta Investor

Kondisi ekonomi yang membaik ini turut berdampak pada indikator kesejahteraan.

Tercatat tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,32 persen, tingkat kemiskinan berada di angka 9,39 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 74,77.

“Dengan dukungan indikator makro ekonomi yang stabil serta tren perbaikan kesejahteraan, Jawa Tengah memiliki fondasi yang kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2026,” pungkas Bayu.

Pos terkait