Dari 17 perguruan tinggi yang berkompetisi di Regional Semarang, sebarannya cukup merata. Tuan rumah Semarang diwakili oleh Universitas Diponegoro, Universitas Semarang, Universitas Negeri Semarang, Universitas Terbuka Semarang, dan Soegijapranata Catholic University.
Sedangkan Surabaya mengirimkan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Surabaya. Dari Yogyakarta ada Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Islam Indonesia.
Adapun Solo mengirimkan tiga wakil yaitu Universitas Sebelas Maret, Universitas Tunas Pembangunan, dan Universitas Pignatelli Triputra. Dua peserta lainnya ialah Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan Universitas Hasanuddin Makassar.
Pertandingan kian menarik lantaran Campus League Badminton Regional Semarang melakukan inovasi dengan menerapkan sistem skor terbaru dari Badminton World Federation (BWF).
Kategori perseorangan, pertandingan dimainkan dengan format best of three games hingga 15 poin (15×3). Sementara kategori beregu menggunakan format best of three sets dengan sistem relay point dan target 55 poin kumulatif, sesuai regulasi terbaru BWF. Alhasil, penerapan sistem skor terbaru ini menuntut para student-athlete untuk lebih cepat beradaptasi dalam permainan.
Basri mengatakan dengan penerapan sistem baru ini memberikan dampak besar ke pola permainan, strategi, dan pembinaan atlet. Sistem ini menuntut pemain untuk langsung tampil dengan intensitas tinggi sejak awal pertandingan, tanpa banyak ruang supaya bisa membaca permainan lawan seperti di format poin sebelumnya.


















