Musim Perdana Campus League Badminton Regional Semarang Diramaikan 149 Student Athlete

Campus League Badminton Regional Semarang (matasemarang.com/lia DIna)
Campus League Badminton Regional Semarang (matasemarang.com/lia DIna)

“Atlet dengan karakter menyerang akan lebih diuntungkan dalam sistem ini. Selain itu, perubahan skor juga menuntut kesiapan fisik yang lebih spesifik, terutama aspek power, ledakan gerak, akurasi, dan kapasitas anaerobik yang mendukung permainan cepat dan agresif,” jelas Basri.

Pada Jumat, 28 Agustus 2026, Campus League Badminton Regional Semarang memainkan pertandingan perebutan peringkat tiga kategori perorangan, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan 3 vs 3.

Peringkat tiga tunggal putra diraih Muhammad Agil Firmansyah (Universitas Terbuka), sedangkan tempat ketiga tunggal putri menjadi milik Natiqotul Wardah Filkaromah (UIN Sunan Ampel).

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Ramai Isu Pemangkasan Anggaran Dinas Damkar Kota Semarang, Begini Penjelasannya

Sementara itu, pasangan ganda putra Labib Aflah Mubarok/Mochamad Viko Mahardika (UIN Sunan Ampel), dan ganda putri Neila Nur Khlaidazia Rakhma/Zahroh Nani Elvany (UIN Sunan Ampel) juga menjadi peringkat ketiga.

Dari nomor ganda campuran, pasangan Labib Aflah Mubarok/Zahroh Nani Elvany kembali menempati podium ketiga dan Muhammad Amir Al-Amin/Kimi Rafael Lazarro/R A Feila Ayu Nailah di kategori 3 vs 3 melengkapi daftar peringkat ketiga perorangan.

Peraih peringkat tiga nomor tunggal putra perorangan Muhammad Agil Firmansyah mengakui persaingan ajang level kampus ini tergolong kompetitif dan memiliki atmosfer tekanan tersendiri. Terlebih dengan adanya penerapan sistem skor terbaru dari Badminton World Federation (BWF) juga membuat pemain harus lebih cepat dalam bereaksi di lapangan.

BACA JUGA  Dewan Dorong Pemkot Semarang Sediakan Layanan Transportasi Massal yang Nyaman

“Walaupun Badminton Campus League baru diselenggarakan tahun ini, tapi level persaingannya sudah sangat tinggi. Tadi di perebutan peringkat ketiga saja saya sempat mengalami kesulitan di gim kedua sebelum bisa kembali fokus dan memastikan kemenangan. Sistem skor baru juga memberikan banyak pengaruh ke permainan. Kalau yang saya lihat di skor baru ini lebih ke eksplosifnya dibandingkan fisiknya. Lebih terasa pressure, kesalahan sedikit saja itu bisa mengubah segalanya,” kata Agil yang berstatus student-athlete Universitas Terbuka Semarang ini.

Pos terkait