Lebih lanjut, Lilik mengatakan bahwa BUMD provinsi seperti PT SPJT yang memiliki kapasitas pengolahan 25.000 ton per tahun maupun industri kecil menengah (IKM) akan disinergikan untuk menyerap pasokan garam krosok warga lokal.
“Jadi garam yang keluar dari Jawa Tengah sudah dalam bentuk produk olahan bernilai tinggi,” pungkasnya.

















