Ia mengatakan kader PKK selama ini sudah memiliki peran yang luar biasa dalam menggerakkan potensi masyarakat dari tingkat paling bawah.
Bahkan menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang dimiliki PKK adalah modal yang berharga untuk membangun Kota Semarang lebih sejahtera.
Agustina juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk mendukung penuh operasional kader dengan alokasi dana signifikan, yakni Rp25 juta per tahun untuk RT, Rp3 juta untuk PKK tingkat RT, Rp3,5 juta untuk PKK tingkat RW, dan Rp25 juta untuk Posyandu di tiap kelurahan.
Dana ini diharapkan mampu memperlancar pelaksanaan program prioritas sekaligus menjadi stimulus inovasi di tingkat wilayah.
Agustina menyebut lima kecamatan telah ditunjuk sebagai pionir Kecamatan Berdaya untuk mewakili Kota Semarang di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Tiap kecamatan memiliki Rumah Inspirasi yang akan mengintegrasikan program PKK, Karang Taruna, dan Posyandu.
“Program kerja PKK supaya dijalankan secara optimal, termasuk 10 Program Pokok PKK dan program prioritas tahun 2025 seperti gerakan Pilah Sampah, PSN 3M Plus, serta pengembangan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA),” terangnya.
Pihaknya meminta seluruh kader untuk memanfaatkan buku saku PKK sebagai panduan praktis dan aplikatif dalam setiap kegiatan.
Sementara, Ketua TP PKK Kota Semarang yang baru dilantik, Listyati Purnama Rusdiana menyatakan komitmennya untuk menggerakkan kader di semua tingkatan dengan semangat kebersamaan.
“Kami siap bekerja keras, berinovasi, dan bersinergi dengan semua pihak demi mewujudkan keluarga Kota Semarang yang berdaya, sehat, dan sejahtera,” tuturnya.

















