Setelah 17 Tahun, Lahan Terdampak Rob Pekalongan Kembali Ditanami Padi

Penanaman padi biosalin di Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Rabu 10 Juni 2026 (foto: Pemkot Pekalongan)
Penanaman padi biosalin di Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Rabu 10 Juni 2026 (foto: Pemkot Pekalongan)

MATASEMARANG.COM – Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) melaksanakan penanaman perdana padi biosalin di Kampung Reforma Agraria Clumprit, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Rabu 10 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah awal mengembalikan fungsi lahan pertanian yang selama 17 tahun tidak produktif akibat banjir rob.

Penyuluh Pertanian Wilayah Pekalongan Utara Lazim Sofi menjelaskan penanaman dilakukan di lahan seluas 1 hektare sebagai demplot atau lahan percontohan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Cilacap Punya 2 Daerah Penopang Ketahanan Pangan

“Harapannya, apabila budidaya padi biosalin ini berhasil, petani di wilayah Clumprit dan Degayu dapat kembali menanam padi di sawah mereka,” ujarnya.

Menurut Lazim, wilayah Clumprit masih memiliki potensi sekitar 50 hektare lahan sawah yang belum tergarap karena genangan air dan infrastruktur pendukung yang belum optimal.

Dukungan penanganan genangan, perbaikan saluran irigasi, serta penyediaan sarana prasarana pertanian seperti traktor sangat dibutuhkan agar lahan kembali produktif.

“Apabila genangan dapat diatasi, saluran irigasi dibenahi, dan petani mendapatkan dukungan sarana prasarana yang memadai, insyaallah sekitar 50 hektare lahan sawah di wilayah Clumprit dapat kembali ditanami,” tambahnya.

BACA JUGA  Tanggul Tua di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jebol, 70 Jiwa Terdampak

Melalui program ini, Pemkot Pekalongan bersama BPN berharap dapat mendorong kebangkitan sektor pertanian di wilayah pesisir sekaligus memperkuat Kampung Reforma Agraria dan menjaga ketahanan pangan daerah di tengah tantangan perubahan lingkungan akibat rob.

Pos terkait