Sindikat “Love Scamming” Konten Pornografi di Yogakarta Dibongkar

“Penggunaannya adalah warga negara asing dari beberapa negara, antara lain, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia,” ucap Pandia.

Setelah pengguna mengirim gift, mereka kemudian mengirimkan konten secara bertahap berupa foto dan video bermuatan pornografi.

“Untuk mengakses foto dan video tersebut,  user atau korban harus mengirimkan gift dengan besaran tertentu,” kata Pandia.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Eks Pj. Bupati Cilacap Dihukum 10 Tahun Bui di Putusan Banding

Dari perusahaan itu, polisi menyita empat kamera pengawas (CCTV), dua router  WiFi, 30 unit telepon genggam, serta 50 unit laptop yang diduga digunakan sebagai sarana tindak pidana dan di dalamnya ditemukan berbagai foto serta video bermuatan pornografi.

Selain barang bukti, lanjut Pandia, diamankan pula 64 karyawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Yogyakarta.

Dari hasil pemeriksaan itu, penyidik kemudian menetapkan enam orang sebagai tersangka.

Rp10 Miliar Per Bulan

Sementara itu, Kepala Satreskrim Polresta Yogyakarta Komisaris Polisi Riski Adrian menambahkan praktik tersebut telah berlangsung hampir satu tahun.

BACA JUGA  KPK Sita Barang Bukti Elektronik dari Rumah Yaqut

Dalam setiap shift, para admin ditargetkan mengumpulkan sedikitnya dua juta koin per bulan.

“Kalau dikalkulasikan, per shift bisa menghasilkan lebih dari Rp10 miliar per bulan, dan dalam operasionalnya mereka dibagi ke dalam tiga shift,” ujar Adrian.

Adrian menyebut pendapatan bulanan pemilik PT Altair Trans Service juga berasal dari potongan gaji karyawan, dengan nilai sekitar Rp750 ribu dari setiap karyawan per bulan.

Ia menyebut total karyawan perusahaan itu mencapai 160 hingga 200 orang, sedangkan yang diamankan saat operasi tangkap tangan sebanyak 64 orang.

Pos terkait