“Kearifan lokal seperti ini berpotensi besar memperkaya portofolio atraksi wisata budaya kita. Hal ini sekaligus mempertegas citra Kabupaten Demak di mata publik sebagai kawasan yang tidak hanya religius, tetapi juga kaya akan khazanah tradisi leluhur,” tambahnya.
Di samping memproyeksikannya sebagai pemikat sektor pelesiran, Dinparta Demak juga menekankan pentingnya menjadikan tradisi ini sebagai ruang edukasi bagi generasi muda.
Melalui pemahaman makna di balik Sangon Manten, generasi milenial dan Gen Z diharapkan dapat menyerap esensi pentingnya hidup berdampingan, saling meringankan beban sesama, serta bangga terhadap akar budaya sendiri.
Melalui komitmen pelestarian yang konsisten dari tingkat akar rumput hingga dukungan regulasi pemerintah daerah, Sangon Manten diharapkan terus hidup sebagai bukti nyata bahwa budaya gotong royong bangsa Indonesia tetap lestari di Kabupaten Demak.


















